Meskipun Visi saya Maritim, pertanian Itu sifatnya Wajib

MAKASSAR – Bakal Calon Gubernur Sulsel, DR Ir H Abdul Rivai Ras MM MS MSi (Bro Rivai) memastikan sektor pertanian tetap menjadi agenda wajib pemerintah provinsi ‎bila ia terpilih di Pilgub Sulsel 2018 mendatang.

Itu disampaikan kala menerima kunjungan Kelompok Petani Merica Luwu Timur‎ dan Kelompok Nelayan Tambak Tanakeke-Takalar, di Rumah Cerdas Ta’, Jalan Botolempangan, Makassar, Kamis (25/5/2017).

‎”Meskipun visi saya maritim, masalah pertanian merupakan bagian yang tak terpisahkan. ‎Pertanian itu bukan lagi prioritas, tapi primer, sudah harus, wajib. Pertanian adalah basis kita yang utama, maritim adalah pengganda basis kita,” kata Bro Rivai kepada para ketua dan anggota kelompok tani.

‎Ia menjelaskan, hasil pertanian Sulsel bisa diangkut keluar provinsi maupun antar daerah di Sulsel melalui laut. Selain meningkatkan nilai jual, pengiriman via laut juga lebih efisien dan murah.

“Kan tidak mungkin kita tanam sendiri, dan hasil panennya kita makan sendiri. Sementara kalau kita jual ke luar Sulsel, itu nilai jualnya bertambah. Salah satu visi maritim saya adalah membangun keterhubungan antar pulau-pulau yang ada di Sulsel termasuk penyediaan alat transportasi laut yang layak.‎ Sehingga biaya shortshipping bisa jauh lebih efisien,” paparnya.

Ia menuturkan, jarak tempuh antara Makassar-Parepare dengan menyusuri pesisir pantai menggunakan ‎jetfoil bisa mencapai 30 menit. Jarak tempuh melalui darat sendiri memakan waktu paling cepat 2 jam.

Ketua Kelompok Petani Merica Luwu Timur, Wahyuddin mengaku sengaja menemui Bro Rivai untuk menyatakan langsung niat ia dan anggota kelompoknya bergabung sebagai relawan Bro Rivai. Pemegang piagam petani merica terbaik se-Indonesia tahun 2013 dari Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono ini kepincut dengan visi Bro Rivai dari pemberitaan di media massa.

Ia juga memboyong serta Ketua dan Anggota Kelompok Nelayan Tambak Tanakeke-Takalar, Indar Razak. (*)‎‎