Berita

APPMBGI Perkuat Tata Kelola Dapur MBG, Fokus Strategi di Sulawesi Selatan

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) mempercepat penguatan organisasi di daerah. Langkah ini difokuskan untuk meningkatkan tata kelola Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi di Cafe Tanamera. Lokasinya berada di Jalan AP Pettarani, Kota Makassar.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum APPMBGI, Abdul Rivai Ras. Ia hadir bersama Ketua DPD I APPMBGI Sulawesi Selatan, Sri Wulandari. Selain itu, pengurus daerah dan pengelola dapur MBG juga ikut serta.

Dalam pertemuan ini, fokus utama adalah pembenahan sistem tata kelola dapur. APPMBGI ingin menciptakan sistem yang efisien dan terstandar. Dengan begitu, program dapat berjalan berkelanjutan di seluruh wilayah.

Bro Rivai menegaskan pentingnya inovasi. Ia menyebut pengelolaan dapur harus terus berkembang. Selain itu, sistem harus adaptif dan mampu bersaing.

Empat Strategi Utama Diperkuat

APPMBGI merumuskan empat poin penting dalam rapat tersebut. Pertama, standarisasi dapur menjadi prioritas utama. Setiap dapur harus memiliki kualitas layanan yang sama.

Kedua, organisasi menyusun rencana strategis. Peta jalan ini disiapkan untuk menghadapi tantangan penyediaan pangan bergizi.

Ketiga, fokus diarahkan pada implementasi daerah. Program kerja dipertajam khusus untuk wilayah Sulawesi Selatan. Daerah ini diposisikan sebagai pusat pengembangan Indonesia Timur.

Keempat, sinergi pusat dan daerah diperkuat. Koordinasi dipercepat agar program berjalan lebih efektif di lapangan.

Selain itu, rapat ini juga memperkuat solidaritas internal. Hubungan antara pengurus pusat dan daerah dipererat.

Bro Rivai menekankan pentingnya kolaborasi. Menurutnya, kerja sama yang kuat akan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa program MBG harus menjadi solusi. Terutama dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat secara luas.

Dengan adanya rapat ini, APPMBGI Sulawesi Selatan diharapkan lebih progresif. Wilayah ini ditargetkan menjadi motor penggerak organisasi. Selain itu, peran ini penting untuk mendukung ketahanan pangan nasional di Indonesia Timur.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button