Bulog Gandeng APPMBGI, Pastikan Distribusi Pangan Murah untuk Program MBG Berjalan Lancar

JAKARTA – Perum Bulog resmi memperkuat kerja sama dengan Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia atau APPMBGI. Kolaborasi ini bertujuan menjaga pasokan pangan tetap stabil dan harga tetap terjangkau.
Kerja sama tersebut mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis atau MBG. Program ini akan menyuplai bahan pangan ke ribuan dapur MBG di berbagai daerah Indonesia.
Pembahasan kerja sama berlangsung dalam rapat koordinasi penguatan Program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Kegiatan itu digelar di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Ketua Umum DPP APPMBGI, Abdul Rivai Ras, menyebut sinergi ini menjadi langkah penting. Menurutnya, pola distribusi langsung dari Bulog ke dapur MBG bisa memutus rantai distribusi yang panjang.
Selain itu, sistem tersebut juga mampu menekan potensi pengoplosan bahan pangan. Harga bahan pokok pun bisa lebih terkendali.
“Distribusi langsung membuat kualitas dan harga lebih mudah diawasi. Jadi, setiap dapur MBG bisa mendapat bahan pangan layak dan sesuai standar gizi,” ujar Abdul Rivai Ras, yang akrab disapa Bro Rivai.
Program MBG Ditargetkan Jangkau 82,9 Juta Penerima
Program Makan Bergizi Gratis diproyeksikan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat hingga tahun 2029.
Sasarannya meliputi siswa PAUD, SD, SMP, hingga SMA dan SMK. Selain itu, program ini juga menyasar ibu hamil dan ibu menyusui.
Wakil Direktur Utama Bulog, Marga Taufiq, menegaskan komitmen Bulog mendukung program tersebut.
Hal senada juga disampaikan Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog, Andi Afdal Abdullah.
Saat ini, Bulog telah menyalurkan beras SPHP melalui lebih dari 80 ribu titik penjualan di seluruh Indonesia. Langkah itu dilakukan untuk menjaga harga pangan tetap stabil di tingkat konsumen.
APPMBGI Siapkan Teknologi Pemantauan Distribusi
Tidak hanya fokus pada distribusi pangan, APPMBGI juga menyiapkan sistem pendukung modern. Organisasi tersebut akan membangun command center dan jaringan cold storage.
Teknologi itu nantinya dipakai untuk memantau distribusi bahan pangan secara real-time. Dengan begitu, proses distribusi bisa lebih transparan dan terukur.
Kerja sama ini diharapkan memberi dampak luas bagi masyarakat dan ekonomi nasional. Beberapa manfaat yang ditargetkan antara lain:
- Meningkatkan serapan hasil pertanian lokal.
- Membuka lapangan kerja baru di sektor logistik.
- Menjaga inflasi pangan tetap terkendali.
- Mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Bro Rivai menilai kolaborasi pemerintah dan asosiasi menjadi model kerja sama yang efektif. Menurutnya, kepastian pasokan pangan membuat pengelola dapur lebih fokus meningkatkan kualitas layanan gizi.
“Dengan pasokan yang terjamin, dapur MBG dapat lebih fokus menghadirkan makanan sehat dan bergizi bagi masyarakat,” tutupnya.




