Hari Maritim, Rivai Ras: Sudah Saatnya Cara Pandang Pembangunan Diubah dari Darat ke Laut
Sektor maritim dengan segala aspeknya merupakan solusi bagi masalah kesejahteraan di Indonesia. Hal ini diungkapkan Pakar Kemaritiman, Abdul Rivai Ras, pada peringatan Hari Maritim Nasional yang jatuh pada Selasa, 21 Agustus 2018.
Pria yang akrab disapa Bro Rivai ini menerangkan bahwa sudah banyak negara yang membuktikan kemajuannya di sektor maritim berdampak pada peningkatan pendapatan per kapita masyarakat.
“Negara-negara tetangga kita seperti Singapura, Hongkong, dan Jepang sudah membuktikan peran dan pengaruh positif kemajuan di sektor maritim bagi peningkatan kesejahteraan rakyat banyak,” kata Bro Rivai, Selasa 21 Agustus 2018.

Founder Brorivai Center ini juga menggambarkan tantangan kemaritiman di Indonesia saat ini dan untuk ke depannya.
“Sedikitnya terdapat sepuluh sektor ekonomi kelautan yang memiliki prospek bisnis cerah untuk dikembangkan dan berpotensi untuk memajukan dan memakmurkan Indonesia termasuk Provinsi Sulsel,” jelasnya.
Belum suksesnya sektor maritim di Indonesia, kata Rivai, disebabkan oleh paradigma pembangunan yang masih memusatkan perhatiannya untuk pengalokasian sumberdaya pembangunan yang ada pada sektor-sektor atau wilayah-wilayah yang berpotensi besar menyumbang pertumbuhan ekonomi, yang pada umumnya berlokasi di kawasan darat.
“Dimana paradigma yang terus berlangsung sampai saat ini oleh para pengambil kebijakan di tingkat pusat dan daerah lebih berorientasi ke darat daripada sektor laut,” terangnya.
Maka dari itu, dirinya menghimbau agar pemerintah saat ini merubah cara pandang pembangunan dari pembangunan yang semata berbasis daratan (Land based development) menjadi lebih berorientasi kepada pembangunan berbasis laut (Ocean based development).




