BRO RIVAI: Keummatan dan Kebangsaan Harus Berjalan Seiring

Diskusi yang berlangsung usai shalat jumat di Markas Besar Jamaah Tabligh Wilayah Indonesia Timur, Masjid Jami’ Kerung-kerung, Makassar ini diikuti pimpinan jamaah tabligh Ustad Suardi LC, didampingi para pembina Ustad Yakub, Ustad Yusuf, dan Ustad Zulkarnain.
Sebagai anak pesantren yang dididik sejak dini, Bro Rivai memandang masalah keummatan dan kebangsaan perlu segera diselesaikan agar berjalan seiring, sehingga tidak mempertajam perpecahan antar umat di Indonesia.
“Sebenarnya yang memecah belah kita adalah masalah perbedaan dalam memandang ketauhidan. Sebagai salah satu perwira TNI, salah satu bagian penting yang akan saya bawa di Pilgub Sulsel nanti adalah bagaimana mengkombinasikan antara masalah keummatan dan masalah kebangsaan. Sehingga ukhuwah islamiyah itu bisa terjalin apik. Karena kondisi kita saat ini sangat mudah dipecah belah bahkan antar sesama umat islam sendiri,” kata Bro Rivai yang juga alumni Pondok Pesantren IMMIM Putra.
Sebagai salah satu kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Bro Rivai bercita-cita menetralisir stigma-stigma buruk yang hinggap dibenak masyarakat mengenai Islam. Pasalnya, banyak umat Islam yang mengafirmasikan ulama dengan teroris.
”Saya tahu betul ada perbedaan jarak ketauhidan yang besar sehingga membangun ukhuwah itu sulit. Harapan saya, bapak-bapak disini bisa memberikan bantuan ide untuk merajut perbedaan-perbedaan itu,” kata mantan Staf Khusus Sekretaris Militer Presiden RI era Susilo Bambang Yudhoyono ini kepada para jamaah tabligh.
Terkait niatnya maju di Sulsel, Bro Rivai menyarankan agar masyarakat Sulsel menelaah rekam jejak para bakal calon sebelum menentukan pilihan. Pasalnya, pilihan masing-masing orang akan menentukan wajah Sulsel 5 tahun ke depan.
“Saya disini tidak meminta dukungan. Saya ingin bapak sekalian tidak memilih kucing dalam karung. Kenalilah dulu calonnya dengan baik, termasuk saya sekiranya dianggap tidak layak, jangan dipantaskan. Kalau dinilai layak, silahkan dipantaskan,” tutup Bro Rivai. (*)




